Tahukah dirimu?
Saat aku mencintai yang lalu, cukup banyak orang yang mengetahui cerita cinta itu
Sekarang kala aku mencintaimu, aku tidak menginginkan itu
Aku ingin menjaga cerita cintaku padamu hanya bersama keluarga dan satu teman dekatku
Aku tidak ingin menceritakan kepada yang lain
karena aku yakin mereka tidak akan mengerti perasaan yang kumiliki dan tindakan yang kau lakukan
Tapi, memang sungguh aku terkadang tidak mengerti
Mengapa masih ada saja orang yang ingin tahu kehidupan orang lain
"Kamu enggak mungkin deh enggak punya pacar. Siapa sih pacarmu?" ungkap seorang teman
"Kamu ceritakan dong kisah cinta yang kamu miliki padaku!" ujar teman yang lain.
"Eh, aku baru kepoin sosial mediamu lo, tapi kok ngga ada yang bisa aku temuin soal kisah cintamu sih. Kasih clue-nya dong!" lanjut yang lain.
Ada juga yang tahu kisah cintaku di masa lalu, kemudian mengungkitnya kembali di masa kini hingga membuatnya seperti kisahku saat ini
"Hei kamu, sabar yaa. Lelaki memang begitu, terkadang butuh waktu untuk menentukan siapa yang akan mereka pilih sebagai pacar."
Yahh, aku sih mengerti itu adalah keingintahuan mereka
mungkin juga itu adalah bukti kasih sayang mereka sebagai teman
Tapi, mungkin yang bisa aku katakan sekarang adalah:
"Maaf, untuk yang ini aku tidak bisa menceritakannya pada kalian."
Bukan aku pelit, kalian selalu menceritakan kisah kalian kepadaku namun aku enggan menceritakan kisahku, tapi aku belajar dari masa lalu
Aku tidak ingin pembicaraan orang lain akan menyakiti hati orang yang kucintai
Pula, aku hanya ingin meyakinkan perasaan yang kumiliki bersama Tuhan dan keluargaku
Aku yakin, siapapun yang keluar menjadi yang terakhir bagiku kalian akan mengetahuinya pada waktu yang tepat
Namun, itu bukan saat ini
Maka, mengertilah kawan-kawan terbaikku
Tidak ada komentar:
Posting Komentar