Rabu, 03 Juli 2019

Park Chung Hee School of Policy and Saemaul Scholarship (Yeungnam University)

Haloooo!!! Ga tahu kenapa ya mood nulis gue lagi baik aja dan seperti yang udah gue janjiin ke kalian semua, kali ini gue bakalan share soal beasiswa yang mengantarkan gue kuliah di Korea Selatan selama 1.5 tahun ini.

Well, beasiswa yang gue dapet ini mungkin agak sedikit ga terkenal atau bahkan sama sekali ga banyak yang tahu. Kebanyakan temen-temen yang berniat melanjutkan studi ke Korea, mereka lebih tahunya beasiswa KGSP (termasuk gue dulu yaa ... hehe), LPDP, dan beasiswa research dari professor di Universitas Korea tujuan. Nah, beasiswa kampus gue ini agak unik. Tapi, sebelum gue ngejelasin tentang beasiswa ini, gue juga mau ngenalin kampus gue, Yeungnam University, ke kalian semua. Kali aja dengan tulisan gue ini temen-temen jadi tertarik untuk kuliah di Yeungnam University karena daya pikatnya... hahaha alay banget gue.

So, Yeungnam University itu merupakan salah satu universitas swasta di daerah selatan Korea, khususnya provinsi Gyeongsangbuk-do, kota Gyeongsan. Universitas ini memiliki 32.939 total mahasiswa (graduate and undergraduate). Kampus gue ini memiliki moto "Humanity, Creativity, Initiative, Specialty". Kalau pengen tahu penjabarannya lebih jelas, langsung masuk aja ke website kampus yee..hehe (http://www.yu.ac.kr/english/about/index.php?c=about_02_b). Kampus gue ini terdiri dari 95 graduate colleges, 2 professional graduate schools, dan 9 special graduate schools (nah department gue PSPS nih masuk di special graduate schools ini).

So guys kampus gue ini memiliki banyak kelebihan diantaranya: salah satu dari dua kampus yang memiliki akses subway langsung ke kampus (selain Hanyang University), merupakan kampus terbesar kedua secara luas wilayah setelah Seoul National University, dan juga salah satu kampus dengan penuh sejarah. Selain itu, dari sisi biaya hidup, kampus gue ini berada di kota dengan biaya hidup termurah di Korea Selatan. Buat mahasiswa muslim, kalian ga perlu khawatir karena banyak juga Asian Market yang menyediakan bahan makanan halal disini. Pokoknya semuanya enak lah teman-teman. Nanti lain kali, bakalan gue jelasin nih soal gimana hidup disini.


Yups, now lets come back to talk about the scholarship. So, gini teman-teman, seperti yang gue sebutkan di artikel sebelumnya, gue itu dapat beasiswa untuk kuliah di jurusan Saemaul and International Development di PSPS (Park Chung Hee School of Policy and Saemaul). Nah berbeda dengan department lainnya, pendaftaran untuk masuk di PSPS itu langsung lewat PSPS academic office affair. PSPS membuka pendaftaran setahun sekali di bulan November. Pada waktu dimulainya pendaftaran, PSPS akan membuat form pendaftaran di website PSPS yang terdiri dari personal information, personal statement, statement of academic record, dan academic record verification. Selain itu, ada beberapa requirements yang teman-teman harus persiapkan, yaitu:

1. certificate of graduation and transcript (mandatory)
2. English and Korean language certificate (optional)
3. One recommendation letter (ini akan lebih baik kalau dari professor atau dosen undergraduate) - mandatory
4. Passport (lebih baik kalau udah nyiapin passportnya yaa meski belum pernah kemana-mana)
5. Awards certificate (optional)
6. Family card (mandatory)
7. Bank payment (mandatory)
Semua persyaratan tersebut cukup diisi di form internet terus di-scan dan dikirim via email ke PSPS academic office affair. Oiya, biaya pendaftarannya 100.000 won atau sekitar 1.200.000 rupiah. Ga gratis sih hehe.

Btw, beasiswa ini menawarkan full tuition fee untuk 4 semester, living allowance 1.000.000 won per bulan untuk satu tahun. Loh kok cuma setahun??? Kan biasanya S2 itu dua tahun??? Well, jadi program di PSPS ini S2-nya bisa kita tempuh hanya dalam waktu 1.5 tahun alias 18 bulan. Lah, kalau kita dapat beasiswanya cuma setahun alias 12 bulan so gimana kita hidupnya selama 6 bulan terakhir di sini? Jangan khawatir temen-temen.. hehe. Kalian punya beberapa pilihan di 6 bulan terakhir:
1. Karena di 6 bulan terakhir itu kita hanya ngerjain thesis, kalian bisa pulang dengan ijin supervisor kalian dan ngerjain thesis di Indonesia.
2. Kalian bisa tetep stay di Korea asalkan dari uang 1.000.000 won itu kalian bisa nabung untuk 6 bulan terakhir. Menurut gue pribadi sih, itu bisa banget karena hidup di Gyeongsan itu murah banget temen-temen. Dengan uang 600.000 - 700.000 won itu kalian udah bisa hidup tercukupi di sini dan sisa uang yang kalian punya bisa kalian tabung untuk 6 bulan terakhir kalian hidup disini.
3. PSPS menyediakan beberapa kursi internship untuk mahasiswanya di beberapa institusi pemerintahan Korea dan di kampus sendiri. Selain dapat uang kalian juga bisa ngerasain atmosfer dunia kerja di Korea. Tahun ini 9 mahasiswa yang mendapatkan kursi internship tersebut. Alhamdulillah gue salah satu dari mereka.
4. Pilihan terakhir yaitu part time. Kalian bisa bekerja part-time dimanapun asalkan tidak di perusahaan konstruksi dan harus mendapatkan izin dari department (mengurus untuk perizinan ga susah kok jadi ga usah takut).
So, sebenernya itu ga susah buat kalian untuk survive disini dengan beasiswa 1.000.000 selama 12 bulan itu. Asalkan kalian pandai-pandai mengatur uang yaa. Kalau disini sih, terutama buat cewek, jangan suka laper mata yaa. Ngeliat sesuatu murah dikit, bagus dikit dibeli. Jangan kaya gitu banget. Ini adalah advice dari seseorang yang pernah terjerumus untuk mengkonsumsi alias membeli barang-barang tersebut dan hampir kalap ... hehe. (Jangan ditiru yaa!!). Terpenting adalah kita keluar negeri berkeinginan untuk menuntut ilmu so fokus untuk hal itu.

So temen-temen, itu sih kilasan singkat, padat, tapi mungkin ga begitu lengkap soal beasiswa PSPS... hehe. Kalau kalian berminat dan ada yang mau ditanya-tanya, komen aja disini yeee. Btw, ini nih link-nya PSPS http://psps.yu.ac.kr/ dan gue juga upload application guide dan course information di PSPS. Semoga artikel gue ini sedikit membantu temen-temen yang mau belajar International Development atau bahkan Saemaul Undong disini. Lain kali gue bakalan jelasin juga beberapa pernak-pernik Korea lainnya. See yaaa!!!

Kamis, 27 Juni 2019

Namanya Juga "My Life is a Challenge"


Almost two years, I did not write in this blog. What can be my reason?? Yes I am now studying my master degree in Korea. Tapi, sebenernya itu ga bisa jadi alasan sih karena pada dasarnya gue aja yang lagi males nulis.

Btw, di kesempatan kali ini, gue mau ceritain ke temen2 semua perjalanan gue dapetin beasiswa di Korea. Sesungguhnya oh sesungguhnya, mungkin menurut gue sih ini bahasan basi banget soalnya udah pada banyak mungkin temen2 blogger yang pada nulis dan kasih tips-tips nya dapet beasiswa di Korea, secara yaa, Korea sekarang kan jadi tujuan menarik buat pemuda-pemudi Indonesia belajar. Alasannya sih ga hanya karena education tapi juga karena Kpop, history, dan pernak-pernik Korea lainnya.. hehe. But, it's also true guys!!!

Yups, sebenernya gue bingung sih mau cerita ke temen2 semua darimana soalnya perjalanan gue dapetin beasiswa kesini itu panjang banget dibarengin ama keringat, tangis, dan emosi naik turun gue. Alay banget yah gue??? hahaha.

Oke deh gue mulai nih yaa. Ga usah tegang-tegang bacanya. Nyantai aja.

Yups, jadi gue itu mulai ngincer buat kuliah S2 keluar negeri itu sejak semester 6 di undergraduate. Di tahun 2014 bulan Februari, setelah dinyatakan lulus sama universitas tercinta gue, Universitas Negeri Malang jurusan Akuntansi, gue udah mulai apply beasiswa ke Korea via beasiswa KGSP. Waktu itu gue daftar di Chonnam National University. Tapi, sayangnya gue ga lulus. Setelah kasak kusuk kesana kemari, kata temen gue "personal statement lu tuh emang buruk banget. Ga menarik aja!" Sedep banget itu komen temen, temen deket lagi (hahaha, sorry man!). Tapi, itu ga buat gue lemes karena gue sih yakin kalau ada kemauan pasti ada jalan. Gue akhirnya memutuskan untuk kerja dulu di salah satu kantor di Jakarta sembari nyiapin Bahasa Inggris dan Bahasa Korea gue.

Tahun berikutnya, tepatnya tahun 2015, gue pede banget udah an ama Bahasa Inggris ama Bahasa Korea gue men temen. Gue daftar lagi itu beasiswa KGSP di salah satu Universitas terbaik di Korea (Korea University). Gue udah lolos tahap awal nih sampe wawancara men temen dan lagi application gue juga sampe lolos sampai NIIED (semacam kementerian pendidikan Korea). But, lagi-lagi ujian dikasih sama Allah ke gue. Yups, gue ga lolos lagi. Waktu itu bener2 sedih banget gue tapi well support orang tua, keluarga, dan temen2 gue membuat gue kuat.

Tahun 2016, gue nyoba lagi dua beasiswa sekaligus, KGSP sama China Scholarship. However, yang ini parah banget. Gue ga dapet apa2. Aplikasi gue aja di tahap awal enggak diterima men. Wah ini kenyataan yang bener2 buat gue drop banget waktu itu. Semacam gue berada di titik terbawah. Ga ada lagi kayanya semangat kuliah S2. Selama hampir 3 bulan, gue ngedrop banget. Kerjaan gue cuma kerja terus balik ke kosan. Jelek banget dah! Gue ngerasa gue itu ga punya mimpi yang harus gue perjuangin waktu itu. Hidup dan keseharian gue berasa kosong. Tapi, finally, tiba-tiba aja gitu pas gue ngeliat Ibu gue ngajarin keponakan gue belajar Bahasa Jawa, gue berpikir "Kalau gue seperti ini mah, orang-orang bakal ngetawain gue dan gue udah mensia-siakan usaha gue selama beberapa tahun terakhir. Juga, Ibu gue akan jadi orang yang paling kecewa jikalau mental gue cuma sampe segitu." Akhirnya gue mutusin untuk bangkit dan usaha kembali untuk cita-cita jangka pendek gue itu. Kuliah S2 lagi.

Waktu itu gue udah berpikir "dimanapun lah gue S2, mau di Indonesia atau di luar negeri. Tapi, gue akan nyoba dua2 nya. Kalau sampe akhir 2017 gue ga dapet beasiswa keluar negeri, yaudah gue kuliah di Indo aja." Dan tahun 2017 awal, gue daftar lagi beasiswa KGSP di Pusan National University dan Beasiswa Pemerintah Taiwan. Tapi, lagi-lagi gue ga dapet beasiswa itu. Gue ga nyerah karena tiap kali gue mau nyerah gue selalu inget ortu di rumah. Dan akhirnya di tahun baru 2018, berita bahagia dateng lewat email gue. Akhirnya gue diterima beasiswa PSPS (Park Chung Hee School of Policy and Saemaul) di Yeungnam University. Waktu itu gue juga mendapat tawaran untuk menjadi manager keuangan di salah satu perusahaan asing Korea di Jakarta. Dihadapkan pilihan yang sama-sama worth it membuat orang tua di rumah sempet bingung buat ikutan milih. Namun, pada akhirnya, gue yakin buat ambil S2 di Korea dan orang tua pun support.

Sekarang gue udah hampir selesai kuliah disini dan bahkan baru tiga hari yang lalu gue presentasi hasil thesis gue. Perjuangan gue dari awal sampe akhir dapat beasiswa S2 di luar negeri itu ga mudah sih dan menurut gue penuh liku. Itu ga hanya berhenti disitu. Waktu gue kuliah S2 nya pun, juga ada likunya. Tapi yah, itu namanya hidup. Kalau flat terus, ga bakalan seru. Kalau happy terus, ga bakalan belajar. Terus kalau sedih terus, depresi yang ada. Allah itu selalu adil dan gue bersyukur sama apa yang gue dapet.

Sekian nih kawan-kawan cerita gue dapetin beasiswa ke Yeungnam University. Next postingan, insya Allah gue ceritain beasiswa yang gue dapet itu cara daftarnya gimana dan beasiswa macem apa. So, tunggu aja! (Semoga mood nulis gue selalu di puncak terus aja... hehehe)

목요일, 2019년 6월 27일
문경, 경상북도

OUR MESSAGE TO BWF: DON'T PLAY A ROLE AS A VICTIM AND PLEASE FIX YOUR SYSTEM

The controversy of the NHS and BWF decision to withdraw the Indonesian Badminton Team from participating in All England 2021 makes Indonesia...