Senin, 29 Mei 2017

"Ibu, aku bermimpi yang tidak baik," ujarku.
"Tentang apa?" tanya Ibu.
"Aku memimpikan seseorang yang tidak baik. Aku lemas Ibu dan terasa benar-benar lelah. Orang itu terluka, kucoba tarik dia, aku ikut terluka. Syukurku dia mau kutarik, tapi kemudian aku menangis Ibu. Aku tidak bisa melihatnya terluka. Meskipun ini hanya mimpi dan aku sangat berharap ini hanya mimpi."
Ibu hanya memintaku berdoa
Mengingatkanku untuk selalu ingat Allah
Memintaku untuk selalu tenang

Aku pun menceritakannya padamu
Tanggapanmu membuatku sadar
benar... aku harus tenang seperti yang Ibu bilang
Jika aku terlalu bersedih dengan ini semua
bagaimana dengan dirimu?
Aku pastikan pada diriku
semoga kau baik-baik selalu
pula diriku
Bukankah doa satu-satunya yang mampu merubah segalanya
Maka aku akan selalu berdoa untuk semua kebaikan

Senyum ^^

Tersenyumlah walau hati bersedih
Allah akan menguatkan dengan senyuman itu
Menangislah ketika tak mampu lagi menahan sakitnya perih
Ungkapkan semua dalam sujud menuju Allah
Tangisan itu akan melegakan sakitnya hati ketika perkataan tak mampu mengungkapkan rasanya
Diri berdoa, orang lain pun akan mendoakan
Perasaan itu tidak pernah berbohong
Meski tak diungkapkan akan terlihat dengan petunjuk Allah

Sabtu, 27 Mei 2017

APA KABAR DIRIKU?





Inilah caraku mengingatkan diriku
Bahwa aku seorang yang tidak mampu banyak bercerita tentang diriku sendiri
Masalah yang kuhadapi selalu kupendam dan berusaha kuselesaikan sendiri
Bukan karena aku tidak ingin menceritakannya
Namun lebih karena aku tidak ingin membebani orang lain
Kejadiannya karena
Ketika aku ingin menceritakannya
Waktu yang ada pun terkadang tidak tepat
Atau bahkan keluarga dan teman tempatku bercerita ada permasalahannya sendiri
Sekarang yang kutahu
Aku ingin banyak mendengarkan orang lain, agar syukurku bertambah
Allah selalu ada bersama diriku
Dia selalu mencintai diriku
Bantuan Allah tidak pernah terlambat atau terlalu cepat
Dia selalu tepat

Minggu, 14 Mei 2017

CATATAN TENTANG KEJUJURAN

Ini cerita tentang seorang teman
Tiba-tiba dia menangis tersedu-sedu
Aku pun yang mendengar di telepon hanya bisa diam membisu
Aku tak berani mengeluarkan kata-kata selain bertanya “Kenapa?”
Takut kalau-kalau perkataanku membuatnya bertambah sakit
Apalagi diriku sendiri sedang dalam kondisi yang tidak baik
Setelah hampir setengah jam kudengarkan dia menangis, dia pun bercerita
“Dia membohongiku,” isaknya. “Aku sudah mengajaknya untuk bertemu kamis kemarin untuk sekedar keluar makan dan kemudian dia menolaknya dengan alasan bahwa dia ada keperluan mendadak,” setidaknya seperti itulah temanku bercerita.
Aku hanya diam mendengarkan, tidak tahu harus berkata apa
“Tapi, ternyata dia keluar bersama dengan seorang teman perempuan. Aku tahu sepertinya teman perempuan itu adalah orang yang menyukainya.”
Kali ini aku pun beranikan diri untuk berkata, “Sudah yakinkah kamu kalau dia adalah teman perempuan yang menyukai dia? Bisa saja kan, dia adalah sahabatnya, pacar temannya.”
Dia tetap meyakini bahwa teman perempuan laki-laki itu adalah perempuan yang menyukainya.
Aku mengerti sekarang.
Sepertinya kawanku ini sedang cemburu.
Cemburu karena orang yang dia cintai dekat dengan wanita lain.
Ini tidak salah, ini lumrah.
Aku pun juga pernah merasakannya.
“Kamu sedang cemburu. Berdoa saja pada Tuhan dengan sungguh-sungguh, semoga dia segera menjelaskan kesalah pahaman ini. Semoga dia segera berkata jujur pada kamu. Kamu mencintainya bukan?” tanyaku.
 “Dengar baik-baik yaa. Aku tahu kita sebagai wanita menginginkan kejujuran seorang pasangan, menurutku inilah syarat cinta. Kejujuran. Kita pasti akan merasa sakit ketika kita dibohongi. Tapi, sebenarnya bukan hanya kita, laki-laki pun juga akan seperti itu. Dia tidak suka dibohongi. Percayalah, berdoa saja kepada Tuhan. Semoga dia mengabarkan kejujurannya secepat mungkin. Jikalau pun tidak, tanyalah baik-baik.”
Temanku ini masih saja tidak terima dan dia kembali menangis tersedu-sedu.
Dia memang orang yang selalu jujur terhadap pasangannya.
Kemarin dia memintaku untuk menanyakan itu kepada pasangannya, namun kali ini aku menolak.
Aku merasa aku tidak bisa ikut campur dalam kisah percintaan mereka.
Aku hanya bisa memberikan semangat dan doa saja jika dia meminta.
Namun, untuk hal ini aku tidak bisa membantunya
Karena ini adalah dunia pribadi mereka berdua yang harus mereka selesaikan sendiri.
Aku rasa pula aku bukan orang yang tepat untuk menjadi mediator
Aku bahkan belum dewasa, kurasa

Aku tahu betapa sakit yang dirasa temanku ini
Dibohongi oleh orang yang dicintainya
Aku belajar sesuatu
Selalu ada alasan untuk seseorang berkata tidak benar, mungkin
Namun, aku tidak ingin menjadi seperti itu
Aku akan selalu berusaha berkata sejujurnya
Karena aku tidak suka dibohongi maka aku tidak mau membohongi orang
Lalu bagaimana jika suatu hari nanti orang yang kusayangi membohongiku?
Sepertinya aku harus menulis ini, agar aku ingat bagaimana aku harus bertindak
Tetap tenang dan percaya pada dia
Berdoa kepada Tuhan untuk meminta kejujurannya
Setidaknya kejadian yang dialami temanku ini membuatku sadar pula
Bahwa tidak ada manusia yang sempurna, yang bisa memuaskan keinginan kita
Lebih baik untuk memahami orang lain
perkara orang lain balik memahami kita atau tidak
itu hadiah tambahan saja dari Tuhan

Sabtu, 06 Mei 2017

CERITAKU SABTU PAGI

Aku keras kepala, kurasa
Itu berat bagiku
dan aku selalu ingin memperbaikinya
Aku hanya ingin mencari titik dimana aku bisa tahu penyelesaian masalahnya
Namun, mungkin aku terlalu memaksakan diri

Sebenarnya aku hanya ingin diberi tahu dengan cara yang halus saja ketika seperti ini
Namun, aku tahu cara berkomunikasiku yang salah
Kalau kau menyuarakannya bukan lewat tulisan mungkin aku akan mengerti
Namun, aku sendiri tahu
perkataanku menyinggung dirimu dan menyalahkan orang lain
Padahal sebenarnya yang kumaksud hanyalah bagaimana aku harus memperbaiki diri
Itu saja
Lagi-lagi perkataanku yang tidak benar
Akulah yang tidak memahamimu kali ini
kau sendiri dengan kebingunganmu karena permasalahanmu
namun, aku mendatangimu dengan keluhanku
Maafkan aku
Aku akan berusaha untuk tidak seperti ini
kucatat setiap yang kau katakan sebagai pengingatku
jikalau nanti aku lupa, ingatkan aku yaa
jika kau berkehendak

Terima kasih untukmu yang berusaha menenangkanku
Terima kasih untukmu yang meluangkan waktumu untuk mendengarkanku
Aku tahu kau berusaha memperhatikanku dengan kemampuan yang kau bisa
Semoga kau disana baik-baik saja selalu
Doaku menyertaimu

OUR MESSAGE TO BWF: DON'T PLAY A ROLE AS A VICTIM AND PLEASE FIX YOUR SYSTEM

The controversy of the NHS and BWF decision to withdraw the Indonesian Badminton Team from participating in All England 2021 makes Indonesia...