"Ibu, aku bermimpi yang tidak baik," ujarku.
"Tentang apa?" tanya Ibu.
"Aku memimpikan seseorang yang tidak baik. Aku lemas Ibu dan terasa benar-benar lelah. Orang itu terluka, kucoba tarik dia, aku ikut terluka. Syukurku dia mau kutarik, tapi kemudian aku menangis Ibu. Aku tidak bisa melihatnya terluka. Meskipun ini hanya mimpi dan aku sangat berharap ini hanya mimpi."
Ibu hanya memintaku berdoa
Mengingatkanku untuk selalu ingat Allah
Memintaku untuk selalu tenang
Aku pun menceritakannya padamu
Tanggapanmu membuatku sadar
benar... aku harus tenang seperti yang Ibu bilang
Jika aku terlalu bersedih dengan ini semua
bagaimana dengan dirimu?
Aku pastikan pada diriku
semoga kau baik-baik selalu
pula diriku
Bukankah doa satu-satunya yang mampu merubah segalanya
Maka aku akan selalu berdoa untuk semua kebaikan
Senin, 29 Mei 2017
Senyum ^^
Tersenyumlah walau hati bersedih
Allah akan menguatkan dengan senyuman itu
Menangislah ketika tak mampu lagi menahan sakitnya perih
Ungkapkan semua dalam sujud menuju Allah
Tangisan itu akan melegakan sakitnya hati ketika perkataan tak mampu mengungkapkan rasanya
Diri berdoa, orang lain pun akan mendoakan
Perasaan itu tidak pernah berbohong
Meski tak diungkapkan akan terlihat dengan petunjuk Allah
Allah akan menguatkan dengan senyuman itu
Menangislah ketika tak mampu lagi menahan sakitnya perih
Ungkapkan semua dalam sujud menuju Allah
Tangisan itu akan melegakan sakitnya hati ketika perkataan tak mampu mengungkapkan rasanya
Diri berdoa, orang lain pun akan mendoakan
Perasaan itu tidak pernah berbohong
Meski tak diungkapkan akan terlihat dengan petunjuk Allah
Sabtu, 27 Mei 2017
APA KABAR DIRIKU?
Inilah
caraku mengingatkan diriku
Bahwa
aku seorang yang tidak mampu banyak bercerita tentang diriku sendiri
Masalah
yang kuhadapi selalu kupendam dan berusaha kuselesaikan sendiri
Bukan
karena aku tidak ingin menceritakannya
Namun
lebih karena aku tidak ingin membebani orang lain
Kejadiannya
karena
Ketika
aku ingin menceritakannya
Waktu
yang ada pun terkadang tidak tepat
Atau
bahkan keluarga dan teman tempatku bercerita ada permasalahannya sendiri
Sekarang
yang kutahu
Aku
ingin banyak mendengarkan orang lain, agar syukurku bertambah
Allah
selalu ada bersama diriku
Dia
selalu mencintai diriku
Bantuan
Allah tidak pernah terlambat atau terlalu cepat
Dia
selalu tepat
Minggu, 14 Mei 2017
CATATAN TENTANG KEJUJURAN
Ini cerita
tentang seorang teman
Tiba-tiba dia
menangis tersedu-sedu
Aku pun yang
mendengar di telepon hanya bisa diam membisu
Aku tak berani
mengeluarkan kata-kata selain bertanya “Kenapa?”
Takut kalau-kalau
perkataanku membuatnya bertambah sakit
Apalagi diriku
sendiri sedang dalam kondisi yang tidak baik
Setelah hampir setengah
jam kudengarkan dia menangis, dia pun bercerita
“Dia
membohongiku,” isaknya. “Aku sudah mengajaknya untuk bertemu kamis kemarin
untuk sekedar keluar makan dan kemudian dia menolaknya dengan alasan bahwa dia
ada keperluan mendadak,” setidaknya seperti itulah temanku bercerita.
Aku hanya diam
mendengarkan, tidak tahu harus berkata apa
“Tapi, ternyata
dia keluar bersama dengan seorang teman perempuan. Aku tahu sepertinya teman
perempuan itu adalah orang yang menyukainya.”
Kali ini aku pun
beranikan diri untuk berkata, “Sudah yakinkah kamu kalau dia adalah teman
perempuan yang menyukai dia? Bisa saja kan, dia adalah sahabatnya, pacar
temannya.”
Dia tetap
meyakini bahwa teman perempuan laki-laki itu adalah perempuan yang menyukainya.
Aku mengerti
sekarang.
Sepertinya
kawanku ini sedang cemburu.
Cemburu karena
orang yang dia cintai dekat dengan wanita lain.
Ini tidak salah,
ini lumrah.
Aku pun juga
pernah merasakannya.
“Kamu sedang cemburu.
Berdoa saja pada Tuhan dengan sungguh-sungguh, semoga dia segera menjelaskan
kesalah pahaman ini. Semoga dia segera berkata jujur pada kamu. Kamu
mencintainya bukan?” tanyaku.
“Dengar baik-baik yaa. Aku tahu kita sebagai
wanita menginginkan kejujuran seorang pasangan, menurutku inilah syarat cinta.
Kejujuran. Kita pasti akan merasa sakit ketika kita dibohongi. Tapi, sebenarnya
bukan hanya kita, laki-laki pun juga akan seperti itu. Dia tidak suka
dibohongi. Percayalah, berdoa saja kepada Tuhan. Semoga dia mengabarkan
kejujurannya secepat mungkin. Jikalau pun tidak, tanyalah baik-baik.”
Temanku ini
masih saja tidak terima dan dia kembali menangis tersedu-sedu.
Dia memang orang
yang selalu jujur terhadap pasangannya.
Kemarin dia
memintaku untuk menanyakan itu kepada pasangannya, namun kali ini aku menolak.
Aku merasa aku
tidak bisa ikut campur dalam kisah percintaan mereka.
Aku hanya bisa
memberikan semangat dan doa saja jika dia meminta.
Namun, untuk hal
ini aku tidak bisa membantunya
Karena ini
adalah dunia pribadi mereka berdua yang harus mereka selesaikan sendiri.
Aku rasa pula
aku bukan orang yang tepat untuk menjadi mediator
Aku bahkan belum
dewasa, kurasa
Aku tahu betapa
sakit yang dirasa temanku ini
Dibohongi oleh
orang yang dicintainya
Aku belajar
sesuatu
Selalu ada alasan
untuk seseorang berkata tidak benar, mungkin
Namun, aku tidak
ingin menjadi seperti itu
Aku akan selalu
berusaha berkata sejujurnya
Karena aku tidak
suka dibohongi maka aku tidak mau membohongi orang
Lalu bagaimana jika
suatu hari nanti orang yang kusayangi membohongiku?
Sepertinya aku
harus menulis ini, agar aku ingat bagaimana aku harus bertindak
Tetap tenang dan
percaya pada dia
Berdoa kepada Tuhan
untuk meminta kejujurannya
Setidaknya
kejadian yang dialami temanku ini membuatku sadar pula
Bahwa tidak ada
manusia yang sempurna, yang bisa memuaskan keinginan kita
Lebih baik untuk memahami orang lain
perkara orang lain balik memahami kita atau tidak
itu hadiah tambahan saja dari Tuhan
Sabtu, 06 Mei 2017
CERITAKU SABTU PAGI
Aku keras kepala, kurasa
Itu berat bagiku
dan aku selalu ingin memperbaikinya
Aku hanya ingin mencari titik dimana aku bisa tahu penyelesaian masalahnya
Namun, mungkin aku terlalu memaksakan diri
Sebenarnya aku hanya ingin diberi tahu dengan cara yang halus saja ketika seperti ini
Namun, aku tahu cara berkomunikasiku yang salah
Kalau kau menyuarakannya bukan lewat tulisan mungkin aku akan mengerti
Namun, aku sendiri tahu
perkataanku menyinggung dirimu dan menyalahkan orang lain
Padahal sebenarnya yang kumaksud hanyalah bagaimana aku harus memperbaiki diri
Itu saja
Lagi-lagi perkataanku yang tidak benar
Akulah yang tidak memahamimu kali ini
kau sendiri dengan kebingunganmu karena permasalahanmu
namun, aku mendatangimu dengan keluhanku
Maafkan aku
Aku akan berusaha untuk tidak seperti ini
kucatat setiap yang kau katakan sebagai pengingatku
jikalau nanti aku lupa, ingatkan aku yaa
jika kau berkehendak
Aku akan berusaha untuk tidak seperti ini
kucatat setiap yang kau katakan sebagai pengingatku
jikalau nanti aku lupa, ingatkan aku yaa
jika kau berkehendak
Terima kasih untukmu yang berusaha menenangkanku
Terima kasih untukmu yang meluangkan waktumu untuk mendengarkanku
Aku tahu kau berusaha memperhatikanku dengan kemampuan yang kau bisa
Semoga kau disana baik-baik saja selalu
Doaku menyertaimu
Langganan:
Postingan (Atom)
OUR MESSAGE TO BWF: DON'T PLAY A ROLE AS A VICTIM AND PLEASE FIX YOUR SYSTEM
The controversy of the NHS and BWF decision to withdraw the Indonesian Badminton Team from participating in All England 2021 makes Indonesia...
-
The controversy of the NHS and BWF decision to withdraw the Indonesian Badminton Team from participating in All England 2021 makes Indonesia...
-
Bolehkah aku bercerita padamu sejenak saja? Iya mungkin tidak lebih dari 10 menit kau membacanya. Iyaa hari ini aku sakit, merasa malas, dan...
-
Setiap kali hujan turun, aku mengingatmu Apa yang kau lakukan disana? Sudah makankah dirimu? Apakah kau lelah? Terkadang dan mungki...