Senin, 29 Mei 2017

"Ibu, aku bermimpi yang tidak baik," ujarku.
"Tentang apa?" tanya Ibu.
"Aku memimpikan seseorang yang tidak baik. Aku lemas Ibu dan terasa benar-benar lelah. Orang itu terluka, kucoba tarik dia, aku ikut terluka. Syukurku dia mau kutarik, tapi kemudian aku menangis Ibu. Aku tidak bisa melihatnya terluka. Meskipun ini hanya mimpi dan aku sangat berharap ini hanya mimpi."
Ibu hanya memintaku berdoa
Mengingatkanku untuk selalu ingat Allah
Memintaku untuk selalu tenang

Aku pun menceritakannya padamu
Tanggapanmu membuatku sadar
benar... aku harus tenang seperti yang Ibu bilang
Jika aku terlalu bersedih dengan ini semua
bagaimana dengan dirimu?
Aku pastikan pada diriku
semoga kau baik-baik selalu
pula diriku
Bukankah doa satu-satunya yang mampu merubah segalanya
Maka aku akan selalu berdoa untuk semua kebaikan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

OUR MESSAGE TO BWF: DON'T PLAY A ROLE AS A VICTIM AND PLEASE FIX YOUR SYSTEM

The controversy of the NHS and BWF decision to withdraw the Indonesian Badminton Team from participating in All England 2021 makes Indonesia...