Apa bedanya cinta, sayang, dan suka?
Bagiku semua sama
Kelak jika bersama akan berujung pada "rindu"
Lalu, bagaimana jika rindumu tak bisa kau ungkapkan?
"Berdoalah. Ungkapkan saja, pada sang pemilik dunia dan isinya."
Seperti ia yang hari ini sesak dikalang rindu
Bersua?
"Belum bisa."
Ungkapkan langsung
"Belum tepat waktunya atau bahkan akan menjadi bomerang."
Lalu?
Dibalik derasnya hujan yang mengguyur bumi di pagi buta
ia bersimpuh dan bersujud
mengungkapkan pada Pencipta rasa rindunya
Bersabarlah rindu
Akan tiba waktunya kalian akan bertemu
Jelas!
Sabar dan ikhlaslah menunggu
Aku pun jadi penasaran
bagaimana jika rindu saling bertemu
Berpelukan?
Saling sapa dan bercanda?
Atau mungkin malu-malu tuk bicara
Bahkan sekedar saling pandang pun tidak
Ahh...
Rindu memang misteri yang sulit ditebak
Hanya Tuhanlah sang pemilik jawaban
Jadi, percayakan pada Tuhan
Kamis, 22 Juni 2017
Jumat, 09 Juni 2017
KESABARAN DEMI IMAN
Yaa Allah...
Tetiba hatiku merasa yakin
ini ujian yang kau berikan untukku
Ada apa dibalik semua ini?
Itu yang selalu kutanyakan
Yaa Allah...
Mungkin ini bisa menjadi pertanda baik bagiku
karena kau ingin menjagaku
Ini hanyalah masalah waktu
Aku yakin Kau akan berikan waktunya yang tepat
Aku hanya bisa meminta kepadaMu yaa Allah
Jika rindu kusampaikan semuanya padaMu
Jika cinta kusampaikan pula semuanya padaMu
Lalu kupasrahkan hasilnya hanya untukMu
Aku sangat ingin dekat denganMu yaa Allah
Aku meyakini kau akan menolongku
Nanti ketika Kau menyatukan kembali maka semoga kami sudah dalam kondisi sama-sama siap
Hasratku saat ini, ingin meningkatkan imanku hanya untukMu
Semoga pula dia yang sering berkata seperti ini kepadaku akan sama pula
Lindungilah hatiku yaa Allah dari kesedihan
Lindungilah diriku dari keterpaksaan
Jadikanlah diriku yaa Allah
hambaMu yang selalu berjalan hanya kepadaMu
Semoga pula dia disana Engkau berikan kebaikan-kebaikan
dan penerimaan-penerimaan atas sebuah kesederhanaan
Jagalah dia dalam cintaMu yang hakiki
Yaa Allah...
Biarkan kami saling memperbaiki diri
Semoga aku mampu menjadi ikhlas dan sabar
seperti yang dari dulu aku cita-citakan
Seperti inilah aku bercerita tentang malam
Tetiba hatiku merasa yakin
ini ujian yang kau berikan untukku
Ada apa dibalik semua ini?
Itu yang selalu kutanyakan
Yaa Allah...
Mungkin ini bisa menjadi pertanda baik bagiku
karena kau ingin menjagaku
Ini hanyalah masalah waktu
Aku yakin Kau akan berikan waktunya yang tepat
Aku hanya bisa meminta kepadaMu yaa Allah
Jika rindu kusampaikan semuanya padaMu
Jika cinta kusampaikan pula semuanya padaMu
Lalu kupasrahkan hasilnya hanya untukMu
Aku sangat ingin dekat denganMu yaa Allah
Aku meyakini kau akan menolongku
Nanti ketika Kau menyatukan kembali maka semoga kami sudah dalam kondisi sama-sama siap
Hasratku saat ini, ingin meningkatkan imanku hanya untukMu
Semoga pula dia yang sering berkata seperti ini kepadaku akan sama pula
Lindungilah hatiku yaa Allah dari kesedihan
Lindungilah diriku dari keterpaksaan
Jadikanlah diriku yaa Allah
hambaMu yang selalu berjalan hanya kepadaMu
Semoga pula dia disana Engkau berikan kebaikan-kebaikan
dan penerimaan-penerimaan atas sebuah kesederhanaan
Jagalah dia dalam cintaMu yang hakiki
Yaa Allah...
Biarkan kami saling memperbaiki diri
Semoga aku mampu menjadi ikhlas dan sabar
seperti yang dari dulu aku cita-citakan
Seperti inilah aku bercerita tentang malam
Berdoalah
Ibu...
"Anakmu yang paling manja ini ingin memelukmu. Aku rindu padamu Ibu, rindu sekali."
"Serindu apa? Sebesar apa rindumu pada Ibu?" tanya Ibuku.
"Sebesar apa yaa Bu?" jawabku tertawa. "Tidak terhingga mungkin. Aku tidak bisa mengungkapkannya dengan kata-kata."
"Mulai deh anak Ibu, kata-katanya. Sini Ibu rindu mencium mu pula ketika kau tidur."
Aku menangis
Entah mengapa
Hatiku tiba-tiba bersedih
Lama aku terdiam seperti tertidur
"Nak, ada apa dengan kamu?" tanya Ibu. "Kamu tidak pernah bilang rindu sebesar ini kepada Ibu," lanjut Ibu.
Kuusap air mataku, kuredam suara tangisku agar Ibu tidak khawatir
"Tidak ada apa-apa Ibu," jawabku. "Hanya sedang rindu. Tidak bolehkah?" lanjutku sembari tertawa.
Ibu diam kemudian berkata, "Aku tahu kamu berbohong kali ini pada Ibu. Katakan saja agar kau lega."
Aku pun terdiam lama, pula Ibu
"Ibu bukankah aku jarang menangis jika berbicara tentang impian?" tanyaku. "Bukankah aku bisa melewati semua hal seperti Ibu yang setegar karang melewati semuanya?"
"Malah Ibu yang sering menangis jika kamu berbicara mengenai impianmu yang juga impian Ibu," jawab Ibu. "Tapi, kau selalu kuat bukan jika berbicara impian. Kau hanya butuh sedikit untuk pulih atas sebuah kegagalan," lanjut Ibu. "Tapi, kali ini aku merasa ini bukan tentang impian yang sering kau ceritakan. Bicaralah. Ada apa dengan hatimu?"
"Aku hanya patah hati tapi aku tetap meyakini semuanya yang sudah dan ingin kuperjuangkan."
"Ohhh... iya Ibu tahu. Sudah, berdoa saja kepada Allah. Jika memang tempat berlabuh terbaik maka akan disatukan kelak. Percayalah apa kata Ibu."
"Bagaimana jika aku rindu?" kuulangi lagi pertanyaanku.
"Berdoa saja. Serahkan semua pada Allah."
"Jika di waktu malam aku tidak bisa tidur dan terbangun kemudian gelisah apa yang harus kulakukan?"
"Seperti yang Ibu bilang dari dulu. Sholatlah," ujar Ibu sambil tertawa.
Aku pun tersenyum sejenak lalu mengiyakan.
Terima kasih Bu Dosen :)
"Anakmu yang paling manja ini ingin memelukmu. Aku rindu padamu Ibu, rindu sekali."
"Serindu apa? Sebesar apa rindumu pada Ibu?" tanya Ibuku.
"Sebesar apa yaa Bu?" jawabku tertawa. "Tidak terhingga mungkin. Aku tidak bisa mengungkapkannya dengan kata-kata."
"Mulai deh anak Ibu, kata-katanya. Sini Ibu rindu mencium mu pula ketika kau tidur."
Aku menangis
Entah mengapa
Hatiku tiba-tiba bersedih
Lama aku terdiam seperti tertidur
"Nak, ada apa dengan kamu?" tanya Ibu. "Kamu tidak pernah bilang rindu sebesar ini kepada Ibu," lanjut Ibu.
Kuusap air mataku, kuredam suara tangisku agar Ibu tidak khawatir
"Tidak ada apa-apa Ibu," jawabku. "Hanya sedang rindu. Tidak bolehkah?" lanjutku sembari tertawa.
Ibu diam kemudian berkata, "Aku tahu kamu berbohong kali ini pada Ibu. Katakan saja agar kau lega."
Aku pun terdiam lama, pula Ibu
"Ibu bukankah aku jarang menangis jika berbicara tentang impian?" tanyaku. "Bukankah aku bisa melewati semua hal seperti Ibu yang setegar karang melewati semuanya?"
"Malah Ibu yang sering menangis jika kamu berbicara mengenai impianmu yang juga impian Ibu," jawab Ibu. "Tapi, kau selalu kuat bukan jika berbicara impian. Kau hanya butuh sedikit untuk pulih atas sebuah kegagalan," lanjut Ibu. "Tapi, kali ini aku merasa ini bukan tentang impian yang sering kau ceritakan. Bicaralah. Ada apa dengan hatimu?"
"Aku hanya patah hati tapi aku tetap meyakini semuanya yang sudah dan ingin kuperjuangkan."
"Ohhh... iya Ibu tahu. Sudah, berdoa saja kepada Allah. Jika memang tempat berlabuh terbaik maka akan disatukan kelak. Percayalah apa kata Ibu."
"Bagaimana jika aku rindu?" kuulangi lagi pertanyaanku.
"Berdoa saja. Serahkan semua pada Allah."
"Jika di waktu malam aku tidak bisa tidur dan terbangun kemudian gelisah apa yang harus kulakukan?"
"Seperti yang Ibu bilang dari dulu. Sholatlah," ujar Ibu sambil tertawa.
Aku pun tersenyum sejenak lalu mengiyakan.
Terima kasih Bu Dosen :)
Langganan:
Postingan (Atom)
OUR MESSAGE TO BWF: DON'T PLAY A ROLE AS A VICTIM AND PLEASE FIX YOUR SYSTEM
The controversy of the NHS and BWF decision to withdraw the Indonesian Badminton Team from participating in All England 2021 makes Indonesia...
-
The controversy of the NHS and BWF decision to withdraw the Indonesian Badminton Team from participating in All England 2021 makes Indonesia...
-
Bolehkah aku bercerita padamu sejenak saja? Iya mungkin tidak lebih dari 10 menit kau membacanya. Iyaa hari ini aku sakit, merasa malas, dan...
-
Setiap kali hujan turun, aku mengingatmu Apa yang kau lakukan disana? Sudah makankah dirimu? Apakah kau lelah? Terkadang dan mungki...