Pertemuan yang kualami denganmu sungguh memang berbeda
Kuberanikan diri untuk menautkan hatiku yang telah lama beku kepadamu
Pada dirimu yang belum pernah kulihat langsung raut wajahmu
Siapa sangka aku bisa mencintaimu seperti aku telah mengenalmu bertahun-tahun
Ketika kau bertanya kepadaku mengapa aku mencintaimu
Aku sempat bingung dan bahkan tidak memiliki jawaban
Karena aku mencintaimu seperti tak beralasan
Hanya ketika mendengar perjuanganmu dari salah seorang teman yang juga satu-satunya teman kita dalam lingkaran pertemanan
aku mulai tertarik padamu
Namun, aku menahannya kala itu
karena aku tidak tahu sesungguhnya arti perasaan itu
Sampai akhirnya Tuhan kabulkan doaku dengan mengenalkanku kepadamu
Hanya lewat suara aku jatuh cinta padamu
Pertama sekali, hanya lewat suara dan ceritamu
Mungkin kau pun bertanya-tanya dan sempat meragukan perasaanku
Tapi, benar dan sungguh itulah perasaanku
Betapa lamanya aku harus berdiam diri untuk memahami perasaanku sendiri
Andai kau tahu, aku seperti mencari jawaban yang jauh dari kebiasaan
Namun, begitulah adanya perasaanku
Jikalaupun cintaku kepadamu bukanlah yang pertama
aku berharap ini adalah yang terakhir TUHAN berikan untukku
Apapun itu nantinya, Tuhan yang menentukan
Aku hanya bisa berharap kepada DIA yang memilikimu seutuhnya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar