Kamis, 08 Mei 2014

KARENA TUHAN DENGAN ALAMNYA

Matahari di pagi hari selalu menelisik hatiku
Dia seperti hidup dengan memberiku isyarat
dan ketika cinta dan kasih sayang itu membelai
Dia menyapaku dengan kehangatannya
Setiap hari dan di setiap menitku
kurasakan keindahan kenikmatan itu
tiada tara dan tiada terungkap dengan kata
Hanya iringan nada untuk selalu mengasihi cinta
Namun, kini dia mulai marah dan menjerit
karena semua tak sadar akan yang ada
Hanya keserakahan dan nafsu belaka
Aku merasa untaian nada yang tak biasa darinya
Seperti menjerit meminta aku menghalanginya
Namun, tak kuasa juga aku bergerak
Lidahku kaku tak mampu berkata
Hanya bisa melangkahkan kaki dengan memberinya cinta
Alamku, marah kepadaku dan kawan-kawan lainnya
Di hatiku aku menjerit dan menangisinya
Namun, aku selalu akan mencintai dan mengasihinya
dengan langkah kaki dan kaki-kakiku yang masih tegap
Karena aku tahu TUHAN memberikannya untuk dijaga
Seperti juga aku membutuhkannya
aku harus menjaganya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

OUR MESSAGE TO BWF: DON'T PLAY A ROLE AS A VICTIM AND PLEASE FIX YOUR SYSTEM

The controversy of the NHS and BWF decision to withdraw the Indonesian Badminton Team from participating in All England 2021 makes Indonesia...