Dulu waktu aku kecil aku masih sangat ingat
Saat itu aku masih berusia 4 tahun
Ibu ku tidur di bawah pohon kelapa di samping rumah
Aku panggil-panggil beliau
Sangat lama aku memanggilnya
Tapi beliau sama sekali tidak menyahut
Aku menangis dan kemudian tidur di samping Ibu
Aku peluk dan cium beliau
Sekitar satu jam mungkin tapi entah aku tak tahu tepatnya
Kulihat beliau berbisik dengan terengah
"Mak tidak apa-apa nak."
"Suatu hari kau harus jadi orang besar ya nak."
"Jadilah jujur menjadi apapun."
Aku yang masih kecil tersenyum bahagia
karena Ibu sudah bangun
Sejak itulah aku berjanji untuk mencintai Ibuku dan membahagiakannya
dengan impian yang dia inginkan
Tunggu ya Ibu
Tunggu hingga aku sukses
Hingga kau melihat cucumu pula dariku
Aamiin
Senin, 03 Juli 2017
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
OUR MESSAGE TO BWF: DON'T PLAY A ROLE AS A VICTIM AND PLEASE FIX YOUR SYSTEM
The controversy of the NHS and BWF decision to withdraw the Indonesian Badminton Team from participating in All England 2021 makes Indonesia...
-
The controversy of the NHS and BWF decision to withdraw the Indonesian Badminton Team from participating in All England 2021 makes Indonesia...
-
Bolehkah aku bercerita padamu sejenak saja? Iya mungkin tidak lebih dari 10 menit kau membacanya. Iyaa hari ini aku sakit, merasa malas, dan...
-
Setiap kali hujan turun, aku mengingatmu Apa yang kau lakukan disana? Sudah makankah dirimu? Apakah kau lelah? Terkadang dan mungki...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar