Senin, 03 Juli 2017

UNTUK IBU

Dulu waktu aku kecil aku masih sangat ingat
Saat itu aku masih berusia 4 tahun
Ibu ku tidur di bawah pohon kelapa di samping rumah
Aku panggil-panggil beliau
Sangat lama aku memanggilnya
Tapi beliau sama sekali tidak menyahut
Aku menangis dan kemudian tidur di samping Ibu
Aku peluk dan cium beliau
Sekitar satu jam mungkin tapi entah aku tak tahu tepatnya
Kulihat beliau berbisik dengan terengah
"Mak tidak apa-apa nak."
"Suatu hari kau harus jadi orang besar ya nak."
"Jadilah jujur menjadi apapun."
Aku yang masih kecil tersenyum bahagia
karena Ibu sudah bangun
Sejak itulah aku berjanji untuk mencintai Ibuku dan membahagiakannya
dengan impian yang dia inginkan
Tunggu ya Ibu
Tunggu hingga aku sukses
Hingga kau melihat cucumu pula dariku
Aamiin

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

OUR MESSAGE TO BWF: DON'T PLAY A ROLE AS A VICTIM AND PLEASE FIX YOUR SYSTEM

The controversy of the NHS and BWF decision to withdraw the Indonesian Badminton Team from participating in All England 2021 makes Indonesia...